Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 30 Mei 2018

tigapuluhmei

Hai, kamu.
Apa kabar?
Aku rindu.
aku rindu akan suaramu
aku rindu segala celotehanmu
aku rindu petuah petuahmu

sedang apa kamu di sana?
sedang bersama siapa sekarang?
adakah perempuan lain yang bersamamu?
adakah perempuan lain yang lebih membuatmu nyaman?
adakah perempuan lain yang lebih memahamimu?
adakah perempuan lain yang membuatku terabaikan?

Jumat, 04 Mei 2018

Sepotong Harap

Kembali terbang menjauh dari sarang
mengepakkan sayap bersama sang bayu
dipeluk hembusan yang perlahan
hingga badai tiba-tiba menerjang

hati harus kuat
membangun keteguhan
membulatkan segala tekad
menata yang mulai berserak

ini bukan perihal pupus
bukan pula soal patah
hanya mendoa tentang satu hal
menggenapkan segala harap

Pekanbaru, 04052018

Kamis, 01 Juni 2017

Rindu

Sudah lama tak mengirim kata untukmu.
Kamu, apa kabar?
kuharap kau selalu dalam lindunganNya.
Boleh kusedikit berbagi rasa?
aku rindu.
Entah apa atau siapa yang paling kurindu. Jelasnya, hati ini seolah kembali melemah. Dipermainkan oleh perasaan. Kamu, apakah merindukanku? lalu bagaimana jika aku justru merindukan yang lain?
Jika diminta menerangkan siapa saja yang kurindu, salah satunya adalah seseorang yang sekarang rajin berbagi cerita denganku. Aku tak tahu apakah aku sudah boleh merindukannya atau belum. Bukankah rasa tak dapat dipungkiri?
Lalu, siapa yang kini sedang kau rindu? kuharap siapapun dia dapat menjadi sumber bahagia untukmu.

Kamis, 09 Juni 2016

Puisi : HAI



hai,
Selamat datang di dunia kecilku
Terima kasih telah mengetuk hati

Tak pernah kuduga sebelumnya
kaulah yang kan datang mengisi hati
mewarnai hari-hari indahku
berserta percikan sedih nan duka

Kau tak menawarkan apapun
Kau tak menghadiahi sesuatu
Kau tak pula menebar harapan

Entah keyakinan dari mana
Kuyakin kaulah yang kucari
Senyum indahmu terus meracuni mataku
Ucapan tulusmu cepat merasuki kalbuku

Satu hal kumohon darimu,
jangan pernah perlakukanku bak seorang putri
Aku taku jika suatu hari kehilanganmu,
aku tak mampu berdiri kembali.
Sendiri.