Sabtu, 06 November 2010

Tips Belajar Konsentrasi


Coba jawab pertanyaan ini, “Berapa jam kamu menghabiskan waktumu untuk belajar dalam sehari?” Hayo… lama mana dengan waktu ngelayap kamu?
Yap, belajar itu yang penting kualitas bukan kuantitas. Benar tidak?
Walaupun belajar semalaman tapi kalau nggak konsentrasi, pasti hasilnya nggak memuaskan. Setuju...?
Belajar itu yang penting konsentrasi. Dalam bahasa psikologi, konsentrasi ini dikatakan ”flow”. Flow itu artinya keadaan ketika seseorang sepenuhnya terserap kedalam apa yang dikerjakannya, perhatiannya hanya terfokus pada pekerjaan itu, kesadaran menyatu dengan tindakan. Jika sedang berada dalam kondisi flow ini, kamu pasti asyik banget.
Nah, untuk merencanakan terjadinya flow, yang pertama kamu sebaiknya mempunyai ruang belajar sendiri agar tak mudah mendapat gangguan. Kedua, buatlah suasana ruangan yang dapat membuat kamu mampu berkonsentrasi denga mudah dan melakukan banyak pekerjaan tanpa menjadi stress. Ketiga, perhatikan pencahayaannya. Tntunya ruang belajarmu harus mendapat pencahayaan yang cukup agar tidak merusak mata dan mudah ngantuk. Dan yang keempat, lebih baik diiringi musik. Musik sangat mempengaruhi kondisi fisiologis kamu lho. Selama melakukan pekerjaan mental tang berat, tekanan darah dan denyut jantungmu cenderung meningkat dan otot-otot kamu menjadi tegang. Nah, disinilah peranan musik.Relaksasi yang diiringi musik membuat pikiran selalu siap dan mampu berkonsentrasi. Musik yang dianjurkan dalam hal ini adalah musik barok seperti Bach, Handel, Pachebel, dan Vivaldi. Para komposer ini menggunakan ketukan yang sangat khas dan pola-pola yang secara otomatis menyinkronkan tubuh dan pikiran kita.
Itulah beberapa hal yang bisa dilakukan untuk meningkatkan konsentrasi belajar. Awali dengan hal terkecil oleh diri sendiri pada saat ini. Insyaallah hasilnya akan memuaskan.

Senin, 25 Oktober 2010

resensi "101 Hari Menulis & Menerbitkan Novel"


Identitas Buku :
1.Judul buku : 101 Hari Menulis & Menerbitkan Novel
2.Penulis : R. Masri Sareb Putra
3.Penyunting : Maulana kamil
4.Penerbit : PT. Sangkan Paran Media – Jakarta
5.Tahun Terbit : 2008
6.Tebal buku : xv + 190 halaman
7.No. ISBN : 978-979-17188-1-3
8.Harga buku : Rp. 41.500,00


Akhir-akhir ini gairah menulis dan menerbitkan novel luar biasa. Kehadirannya seakan sebuah keniscayaan yang tak bisa dibendung, mengisi rak-rak toko buku dan menyenarai berbagai gerai di Tanah Air. Genrenya beragam, mulai dari chick-lit hingga sastra serius. Tema yang diangkat pun dari dulu hingga kini tak pernah lekang dari cinta, persahabatan dan keluarga, hanya saja disajikan dalam berbagai bentuk, misalnya novel religi, romantis, komedi, horor hingga action.
R. Masri Sareb Putra seorang Dosen Perguruan Tinggi di Jakarta telah menghasilkan 3004 tulisan yang terkumpul dalam kliping. Dalam bentuk buku, beliau sudah menerbitkan 37 judul buku, diantaranya adalah How to write and Market Novel dan 101 Hari Menulis & Menerbitkan Novel. Meskipun kedua buku itu sejenis namun memiliki sisi perbedaan yang dominan. Dalam salah satu bab di buku How to write and Market Novel penulis menjelaskan mengenai berbagai ragam novel, sedangkan dalam buku ini penulis dominan menjelaskan pada proses pembuatan novel.
Ciri khas tulisan R.M.S Putra ini adalah selalu menyampaikan pendapat dari novelis-novelis besar. Di buku ini penulis menuturkan pendapat Kurt Vonnegut, novelis Amerika yang menngatakan ”bahwa talenta bukan bakat anda menulis, melainkan ketekunan anda dalam menulis.” (hlm.97). Lalu Ernest Hemmingway, reporter di Kansas City yang mempunyai rumusan menulis, yakni “menggunakan kalimat dan paragraf yang singkat, bahasa yang hebat serta selalu menggunakan kalimat positif” (hlm.78). Juga Katherine Anne Porter, penulis cerpen andal kelahiran Texas yang menuturkan ”harus tahu ending sebuah cerita baru sudi untuk menulisnya.(hlm.86)
Buku ini bertujuan untuk menuntun dalam pembuatan novel hingga siap untuk diterbitkan. Buku ini terbagi dalam dua bagian besar. Bagian pertama adalah know what, mengupas tuntas seputar proses kreatif menulis, bagaimana membuat novel dan teori umum tentang novel. Sedangkan bagian kedua adalah know how, bagaimana kiat praktis membuat dan menerbitkan novel dari hari pertama hingga hari ke 101.
Mengarang pada dasarnya merupakan ungkapan dari pikiran dan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Banyak yang orang mengarang mencoba untuk membuat novel, namun setelah mempraktekannya selalu gagal, sehingga mereka merasa tidak berbakat menulis. Anggapan itu keliru, sebab setiap orang berpotensi untuk menjadi novelis asalkan punya kemauan dan hasrat untuk terus belajar.
Sampul buku yang berwarna coklat tanpa gambar ini tampak sangat sederhana dan tak begitu menarik minat pembaca. Di beberapa bagian ada pula kalimat yang sulit dimengerti, namun disamping kekurangan itu buku ini sangat praktis dan mudah dipahami dalam pembuatan sebuah novel.
Tidak hanya penting bagi calon novelis. Wartawan dan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi pun perlu memilikinya. Sebab salah satu genre jurnalisme, kaidah penulisannya sama sebangun dengan novel.
Ingin sukses menulis dan menerbitkan novel? Anda pasti bisa,asalkan anda dengan seksama membaca dan memelajari trik dan tips yang ada dalam buku ini.

Minggu, 10 Oktober 2010

Pelangi Jiwa

Ada pelangi yang membentangkan ujung2nya dihatiku
merambatkan senyuman, menghadirkan tawa,
juga khayal di tiap helai mimpiku
cuma, aku tak berani menatapnya
takut warnanya membutakanku
tentang segalanya yang indah
aku tak berani menyentuhnya,
takut menggores dan hadirkan luka
aku menitipkan rindu pada tetes hujan
berharap dia rasakan senyumku
dekat pelangi, aku menerbangkan aroma cinta
dalam pekat malam, berharap dia rasakan hangatku
lewat angin, aku berharap pada bintang jatuh
kerlipnya menjaga senyumnya . . .

Love is . . .


Cinta itu bagaikan sekuntum bunga mawar.
di mana keindahan dan aromanya akan menghipnotis kita untuk masuk dalam dunianya….
namun akibat kita masuk dalam dunianya…….
hidup ini menjadi terpaku terhadapnya.
dan keindahannya akan memerintahkan kita untuk menyentuhnya,
dan bila kita menyentuhnya, mawar tersebut akan rusak karena ulah dari tangan kita
ataukah tangan kitalah yang akan terluka akibat duri-duri dari mawar tersebut.
maka berhati-hatilah terhadap cinta,
karena cinta yang tak memiliki kehati-hatian……
akan melukai diri sendiri……,
orang lain………,
ataukah orang-orang yang kita cintai.

Kamis, 07 Oktober 2010

Asmaul Husna

Berbicara tentang Asma’ul Husna Mengundang suatu pendahuluan, yakni yakin dengan mengigatkan bahwa ada fitnah insting keberagaman dalam diri setiap insan. Disana tertampung berbagai emosi manusia seperti rasa takut, harap cemas, cinta, kesetiaan, pengagungan, pensucian dan berbagai macam lainnya yang menghiasi jiwa manusia.

Tanpa mendefinisikannya, kita dapat berkata bahwa ia adalah dorongan dari lubuk hati yang terdalam untuk melakukan hubungan dengan suatu kekuatan yang diyakini Maha Agung. Manusia merasa bahwa Yang Maha Kuasa itu adalah andalannya. Masa depannya berkaitan erat dengan kekuatan itu serta kemashlahatannya tercapai melalui hubungan baik dengan-Nya.