Rabu, 12 Oktober 2011

Berubah

Hanya karakter semua berubah
Menjulang tinggi hingga menusuk angkasa
Pula terjun ke dalam dasar lembah
Hanya beda rasa
Indah terkata susah
Terang terucap suram
Semua terperangkap dalam bayang semu


26 Agustus 2011

Tangisan Ibu Pertiwi

Bangsaku yang tercinta
Ada apa denganmu kini?
Mengapa kau terpuruk sedih?
Apa kau merasa terdustai?
Ya, kau memang telah tertipu
Terbuai rayuan tikus
Tikus ber-jas bak jutawan
            Aku heran dengan mereka
            Demi segepok uang
            Jutaan umat menderita
Penebangan pohon tak terkendali
Tanah kongsor tak terhindarkan
Bahkan lumpur lapindo pun menjadi saksi
            Siapa yang patut disalahkan?
            Siapa dalang kekacauan ini?
            Adalah oknum tak bertanggung jawab
Mereka para koruptor
Hanya berjalan sendiri
Tanpa tengok kanan kiri
Tak kenal batas kemanusiaan
Tak kenal kata haram
Bangsaku yang tersayang
Andai kubisa bertindak
            Kan kulepas semua bebanmu
            Kan kuubah segalanya
Ingin kubuat kau tersenyum tentram kembali


21 Juni 2011

Sabtu, 08 Oktober 2011

Syarat Naskah yang Bagus


Oleh: Donna Widjajanto (Editor Gramedia Pustaka Utama)

Naskah yang bagus itu seperti apa. Memang cuma sedikit, tapi moga-moga guide ini cukup sahih.

1. Bahasa Indonesia
Mari mulai dari yang bisa diukur: bahasa. Naskah yang baik memakai bahasa yang baik (tidak harus benar). Artinya kalimat-kalimatnya runut dan enak dibaca, “bersih”.
Tentu saja ejaan berperan besar. Dan klmt-klmt itu gk dsngkt-sngkat. Emangnya lagi nulis SMS? Ini kelemahan besar para remaja yang lagi dilanda demam wanna-be-writers. Lame excuse: kan ada editor. Hei, dengar ya, kerjaan editor itu more than just mbenerin ejaan, meskipun mbenerin memang ejaan itu part of our job. Kalau terlalu parah, tentu saja naskah akan ditolak mentah-mentah.

Rabu, 21 September 2011

Semua Orang Bisa Jadi Penulis Hebat

Oleh: Joni Lis Efendi

“Cerita-cerita memiliki kekayaan yang melebihi kenyataannya. Tulisan saya mengetahui lebih banyak daripada saya. Yang harus dilakukan seorang penulis adalah mendengarkan bukunya. Ia akan membawamu ke tempat yang tidak kamu duga.”
Modeleine L’engle
(Penulis novel A Wrinkle in Time)

Siapa saja memiliki peluang sama besarnya dengan J.K. Rowling, Stephen King, John Grisham, Habiburrahman El-Shirazy, Asma Nadia, Budi Dharma, Seno Gumira Ajidarma, Gus TF Sakai, Andrea Hirata, Afifah Afra, dan sebagainya, untuk jadi penulis beken. Nggak butuh rumus nyelimet, teori kusut-masai, harus jadi pengelana bertahun-tahun untuk dapatin segudang pengalaman, kalo cuma pengen menulis sebuah novel hebat atau cerpen yang keren. Karena semuanya sudah ada dalam pikiran kita. Sesuatu yang teramat dekat, bukan?

Rabu, 07 September 2011

4 JURUS MENULIS CERPEN

Rekreasi (re-creare) penting bagi anda, penulis cerpen.
Kapan waktu anda tiba-tiba kehilangan gagasan, saat jari-jemari bergeming diatas keyboard, istilah populernya writers block ; Itulah waktu yang tepat untuk bere-kreasi.
Didunia nyata, orang-orang gemar berekreasi ke situs-situs warisan masa lampau, menilasi mahakarya generasi sebelum mereka, dan mencoba membawa inovasi itu kemasa yang lebih kini.
Seorang penulis cerpen bisa menirunya dengan membaca kembali karya para penulis terdahulu. Tentu ada alasan, mengapa cerpen-cerpen mereka bisa tetap hidup disaat penulisnya –sudah- tidak.