Kamis, 25 Februari 2016

Karang Pamitran

Pramukaan. 
Yap, karang pamitran itu kegiatan pertemuan pembina pramuka. Setiap sekolah mengirimlan dua perwakilan guru muda untuk diikutkan kegiatan yang diadakan kwartir ranting.
Kegiatannya dua hari. Hari pertama lebih banyak diskusi tentang pengajaran pramuka di sekolah. Juga teori-teori dalam pramuka (khususnya siaga dan penggalang). Sepanjang hari banyak komentari "O..." panjang. Ternyata masih banyak pengetahuan kepramukaan yang belum diketahui. Selain itu ada beberapa hal yang salah arti. Misal: slempang TKK dalam pesta siaga termyata hanya dipakai saat upacara. Kemudian soal tanda TKU, TKU dan TKK boleh dipasang di seragam ketika siswa sudah lulus uji SKU siaga bantu. Daaaaan banyak lainnya.
Di hari kedua itu kegiatan di lapangan. Belajar tata cara upacara latihan siaga dan penggalang, terus baris-berbaris, juga penghormatan dengan tongkat. Dan... Hmmm apa lagi ya? Oh iya, latihan buat game untuk siswa. Seruuuu.... Pemgkondisian kegiatannya dibuat semacam pesta siaga, jadinya asik. 
Pengalaman baru. Ilmu baru. :)

 
Jadi sulung. Baca dwi darma.

Selfie sama guru-guru kece sebelum kegiatan.

Foto satu regu (nggak lengkap)

Jumat, 19 Februari 2016

Suporter bola

Bahagia. Kegiatan hari ini adalah ikut dampingi siswa tanding sepak bola tingkat distrik dalam rangka popda.  Harus menempuh sekitar setengah jam menuju lokasi pertandingan. Biar rame suporternya, sekolah nggiring  siswa kelas IV dan V. Yap, nyewa 3 angkot untuk kesana. Pertandingan pertama lawan kecamatan sebelah menang 3-0. Pertandingan selanjutnya menang 2-0 yang diwarnai fengan hujan yang sangat deras. Pemain lebih semangat, penontonnya pun kegirangan. Liat anak-anak susah dikendalikan akhirnya dibiarin hore hore di tengah guyuran hujan Dan akhirnya pada babak final menang 3-0. Alhamdulillah..... Tinggal nunggu pertandingan tingkat kabupaten :)
Rasanya udah lama banget nggak teriak sorak-sorak di lapangan, dan tadi ngompori siswa 2 kelas buat nyuporterin sehebohnya. Hahaha #gurumacamapaini




Jumat, 08 Januari 2016

Horeee


Berstatus nyata menjadi seorang guru itu banyak berbeda dengan apa yang dilakukan semasa mencari bekal di perguruan tinggi. Dulu belajar mati-matian soal teori pembelajaran dan segala hal yang leterleg. Sementara kini, setiap pembelajaran berdasar kondisi siswa. Aku tak lagi mengejar nilai ataupun target pembelajaran seperti yang tertera dalam program semester. Sekarang, aku lebih memilih mencari cara bagaimana agar setiap anak yang menjadi tanggungjawabku bisa memahami apa yang kusampaikan. Lalu, hal paling membahagiakan adalah ketika sedang mengoreksi jawaban bersama di depan kelas, mereka kompakan berteriak "Horeeee..." saat jawabannya benar.

Senin, 04 Januari 2016

Pertama


Di semester pertama berstatus sebagai guru, rasanya belum menganggap ini adalah pekerjaan, melainkan suatu pengalaman. Pembelajaran bagaimana menjadi seorang guru.

Resolusi

Semester baru. Hari pertama masuk ke semester 2 aku bertekad bahwa semester ini harus lebih baik dari semester kemarin. Kecewa dengan diri sendiri karena nilai raport siswa sata-rata tertinggi 80, dan hanya satu siswa. Lainnya? Bahkan banyak yang kurang memuaskan.
Di semester ini perlu dipersiapkan segalanya lebih matang. Mulai dari program semester, rencana pembelajaran, hingga pendekatan kesulitan belajar mereka.
Semoga.
Iya.
Semoga prestasi belajarnya meningkat.
Amiin.