ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
ambillah waktu untuk mencintai dan dicintai, itu adalah hak istimewa yang diberikan Tuhan
ambillah waktu untuk belajar, itu adalah sumber kebijaksanaan
ambillah waktu untuk tertawa, itu adalah musik yang menggetarkan hati
ambillah waktu untuk memberi, itu adalah membuat hidup terasa berarti
ambillah waktu untuk bekerja, itu adalah nilai keberhasilan
ambillah waktu untuk beramal, itu adalah kunci menuju surga
Kamis, 15 Juli 2010
Sabtu, 03 Juli 2010
Jauhi Tujuh Perkara
a. Janganlah kau bersedih terhadap apa – apa yang luput darimu
b. Janganlah kau gundah terhadap apa – apa yang belum menimpamu
c. Janganlah kau menanti imbalan terhadap apa – apa yang belum kau kerjakan
d. Janganlah kau mencela orang, padahal dia sepertimu
e. Janganlah kau puji seseorang sedang dirimu belum mengetahui kejelekannya
f. Janganlah kau melihat dengan hawa nafsu apa – apa yang belum menjadi milikmu
g. Janganlah marah terhadap seseorang yang kemarahannya tidak membahayakan dirimu.
b. Janganlah kau gundah terhadap apa – apa yang belum menimpamu
c. Janganlah kau menanti imbalan terhadap apa – apa yang belum kau kerjakan
d. Janganlah kau mencela orang, padahal dia sepertimu
e. Janganlah kau puji seseorang sedang dirimu belum mengetahui kejelekannya
f. Janganlah kau melihat dengan hawa nafsu apa – apa yang belum menjadi milikmu
g. Janganlah marah terhadap seseorang yang kemarahannya tidak membahayakan dirimu.
Minggu, 13 Juni 2010
kata mutiara islami 1
=> sesungguhnya kita benar benar tak pernah sendirian dalam hidup ini dimanapun, kapanpun karena Allah selalu hadir, Dialah yang mencipkatakan & dia pula yang mengurus kita setiap saat.
=> ketenangan batin tak akan diperoleh dari harta, kedudukan, kekuasaan, popularitas, pujian, penghormatan manusia, karena ketenangan hanya datang dari Allah semata, pemilik hati kita.
=> Ibnul Qoyyim: "ikhlas tidak akan bisa bergabung dengan dua perkara: 1. suka pujian dan sanjungan, 2. ambisi terhadap pada orang lain".
=> barang siapa yang bertaqwa niscaya Allah akan memberi jalan keluar dari persoalannya dan rizki yang tak terduga-duga (At Talaq 2), solusi terbaik bukan dari kecerdasan semata tapi ketaqwaan.
=> jagalah pandangan, tak ada yang luput dari penglihatan Allah, setiap lirikan mata, setiap khianat mata, akan menebalkan hijab dihati, menghilangkan nikmatnya ibadah.
=> kita tak pernah memiliki apapun, bahkan diri kita sendiri bukan milik kita, semua hanya milik Allah dan hanya titipan sejenak, yang tak bisa dibawa mati, hanya amal bekal kita.
=> berdoa bukanlah untuk memberi tahu Allah tentang kebutuhan kita, tapi doa adalah ibadah, amal yang disukaiNya, maka berdoalah dengan penuh kesungguhan dan ketawadhu'an serta ketulusan.
=> jangan ragukan sama sekali janji Allah tentang terkabulnya doa, justru yang harus kita khawatirkan adalah kita yang merusak doa kita, dengan pikiran, hati, dan perbuatan yang haram.
=> ada yang menangisi masalah, pedih, nelangsa karena tak sabar tak akan jadi solusi, ada yang menangisi dosa, penyebab masalah, karena takut kepada Allah, inilah sumber tenaga dan solusi.
=> Rasulullah SAW bersabda :" tiga doa yang terkabulkan tanpa diragukan : doa orang tua, doa orang yang safar/ bepergian, dan doa orang yang terdzalimi." (HR. At Tirmidzi)
=> hati tak akan perbah disentuh dengan rekayasa, sikap, tutur kata atau harta benda. hati hanya bisa disentuh dengan tutur dan sikap yang benar-benar bersih, tulus, tanpa pamrih.
=> keikhlasan itu benar-benar nyaman dan amat indah disamping akan selalu istiqomah, kepura-puraan itu akan menggelisahkan, amat buruk dan tak akan bisa bertahan lama.
=> hidup akan indah bila berwarna. senang/susah, sehat/sakit, ada/tiada, puji/caci, dll. hanyalah warna hidup, syukuri bila nikmat, sabarlah bila musibah, tak akan rugi.
=> ketenangan batin tak akan diperoleh dari harta, kedudukan, kekuasaan, popularitas, pujian, penghormatan manusia, karena ketenangan hanya datang dari Allah semata, pemilik hati kita.
=> Ibnul Qoyyim: "ikhlas tidak akan bisa bergabung dengan dua perkara: 1. suka pujian dan sanjungan, 2. ambisi terhadap pada orang lain".
=> barang siapa yang bertaqwa niscaya Allah akan memberi jalan keluar dari persoalannya dan rizki yang tak terduga-duga (At Talaq 2), solusi terbaik bukan dari kecerdasan semata tapi ketaqwaan.
=> jagalah pandangan, tak ada yang luput dari penglihatan Allah, setiap lirikan mata, setiap khianat mata, akan menebalkan hijab dihati, menghilangkan nikmatnya ibadah.
=> kita tak pernah memiliki apapun, bahkan diri kita sendiri bukan milik kita, semua hanya milik Allah dan hanya titipan sejenak, yang tak bisa dibawa mati, hanya amal bekal kita.
=> berdoa bukanlah untuk memberi tahu Allah tentang kebutuhan kita, tapi doa adalah ibadah, amal yang disukaiNya, maka berdoalah dengan penuh kesungguhan dan ketawadhu'an serta ketulusan.
=> jangan ragukan sama sekali janji Allah tentang terkabulnya doa, justru yang harus kita khawatirkan adalah kita yang merusak doa kita, dengan pikiran, hati, dan perbuatan yang haram.
=> ada yang menangisi masalah, pedih, nelangsa karena tak sabar tak akan jadi solusi, ada yang menangisi dosa, penyebab masalah, karena takut kepada Allah, inilah sumber tenaga dan solusi.
=> Rasulullah SAW bersabda :" tiga doa yang terkabulkan tanpa diragukan : doa orang tua, doa orang yang safar/ bepergian, dan doa orang yang terdzalimi." (HR. At Tirmidzi)
=> hati tak akan perbah disentuh dengan rekayasa, sikap, tutur kata atau harta benda. hati hanya bisa disentuh dengan tutur dan sikap yang benar-benar bersih, tulus, tanpa pamrih.
=> keikhlasan itu benar-benar nyaman dan amat indah disamping akan selalu istiqomah, kepura-puraan itu akan menggelisahkan, amat buruk dan tak akan bisa bertahan lama.
=> hidup akan indah bila berwarna. senang/susah, sehat/sakit, ada/tiada, puji/caci, dll. hanyalah warna hidup, syukuri bila nikmat, sabarlah bila musibah, tak akan rugi.
Kamis, 20 Mei 2010
memahami Al-Qur'an
Al Qur’an adalah mukjizat yang diturunkan Allah SWT untuk menjadi petunjuk pada semua umat manusia. Al Qur’an adalah sumber utama kita dalam belajar. Kitab suci kita ini memiliki kandungan mukjizat yang luar biasa. Bukan sembarang kumpulan pengetahuan, karena Al Qur’an adalah ciptaan Allah SWT yang isinya akan terjaga hingga akhir zaman.
Tak sembarang orang bisa menemukan rahasia Al Qur’an itu bila tanpa meyakini dengan penuh. Hanya orang-orang yang meyakini Al Qur’an secara total, sempurna dan menyeluruh yang bisa menghidupkan nilai-nilai dan pengetahuan yang ada didalamnya. Dengan memehami dan mengamalkan setiap ayat dalam Al Qur’an, barulah kandungan Al Qur’an itu akan tumbuh dan hidup menjadi bagian dari diri kita.
Bagaimana agar Al Qur’an dapat hidup dalam dada kita?
Ajukanlah pertanyaan-pertanyaan ini pada diri kita:
Æ Apakah saat membaca Al Qur’an yang telah merasakan bahwa semua ayat itu tertuju pada diri kita?
Æ Apakah saya telah menilai diri sendiri berdasarkan ayat-ayat yang sudah saya pelajari?
Æ Sudahkah saya cukup berusaha mempraktikan apa yang sudah saya ketahui dari ayat-ayat Al Qur’an itu semaksimal mungkin?
Æ Apakah saya telah berusaha memperbaiki diri dengan pengetahuan saya tentang sifat-sifat manusia yang telah saya pelajari dalam Al Qur’an?
Æ Masih adakan ayat-ayat Al Qur’an yang belum say abaca?
Æ Adakah kewajiban dalam Al Qur’an yang belum saya penuhi?
Æ Masih adakan ayat-ayat Al Qur’an yang belum saya pahami?
Æ Saat bertemu orang lain apakah saya telah mengenalinya dengan petunjuk-petunjuk dalam Al Qur’an tentang sifat-sifat manusia?
Æ Sudahkah saya menghidupkan ayat Al Qur’an dengan mempergunakannya sebagai dasar berinteraksi dengan orang tersebut?
Æ Saat memahami suatu hal, sudahkah saya mengingat ayat Al Qur’an yang mungkin berkaitan dengan peristiwa yang saya sedang hadapi?
Æ Bila ada suatu kejadian yang menimpa saya , apakah saya berusaha untuk “bertanya” kepada Allah SWT dengan mentadzaburi Al Qur’an?
Æ Sudahkah kecintaan kepada Al Qur’an tumbuh dalam hati saya dengan selalu berhukum dan kembali padanya setiap kali ada masalah?
Æ Sudahkah saya menempatkan petunjuk dari Al Qur’an jaug tinggi diatas petunjuk-petunjuk lain buatan manusia?
Jumat, 09 April 2010
Didoakan Malaikat
1. ORANG YANG TIDUR DALAM KEADAAN BERSUCI
“Barang siapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambaMu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.”
2. ORANG YANG SEDANG DUDUK MENUNGGU WAKTU SHALAT
“Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah, sayangilah ia.” (HR. muslim)
3. ORANG-ORANG YANG BERADA DI SHAF DEPAN DALAM SHALAT BERJAMAAH
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan.” (HR. Imam Abu Dawud)
4. ORANG-ORANG YANG MENYAMBUNG SHAF PADA SHOLAT BERJAMAAH (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)
“ Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf.” (Shahih At Tarhib wat Tarhib I/272)
5. PARA MALAIKAT MENGUCAPKAN ‘AMIN’ KETIKA SEORANG IMAM SELESAI MEMBACA AL FATIHAH
“Jika seorang Imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkah oleh kalian ‘aamiin’, karena barang siapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu.” (HR. Imam Bukhari)
6. ORANG YANG DUDUK DI TEMPAT SHALATNYA SETELAH MELAKUKAN SHALAT.
“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) untuk salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, “Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia.” (HR. Ahmad)
7. ORANG-ORANG YANG MELAKUKAN SHALAT SHUBUH DAN ‘ASHAR SECARA BERJAMAAH
“Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat dapa siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat ‘ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat ‘ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya pada mereka, ‘Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?’, mereka menjawab, ‘kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat.” (HR. Ahmad)
8. ORANG YANG SEDANG MAKAN SAHUR
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa) kepada orang-orang yang sedang makan sahur.” (Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519
9. ORANG-ORANG YANG BERINFAK
“Tidah satu haripun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun padanya, salah satu diantara keduanya berkata, ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak’. Dan lainnya berkata, ‘Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Langganan:
Postingan (Atom)

