Senin, 28 Januari 2013

Special Day

Alhamdulillah akhirnya bisa ngeblog lagi. kali ini mau curhat aja deh, lama nggak nulis juga karena kesibukan di dunia nyata.
27 JANUARI 2013.
SYUKUR. itulah ungkapan pertama yang kuungkap pada kali pertama kuhirup udara pada hari minggu kemarin. Alhamdulillah Allah masih memberiku kesempatan untukku bisa menghirup udara di bumi ini. di usia yang baru kujejaki ini, artinya jatah umurku berkurang dan semakin sedikit waktu yang kupunya.
selama usia yang ke 19 ini cukup banyak warna warni kehidupan yang terasa. ada kebahagiaan yang kadang kala mampu membuatku lambung dan tak ingin mengakhirinya, ada pula kepedihan yang menyesakkan hingga ingin melarikan diri dari dunia.
Hmm...itu semua pembelajaran. semua halang rintang yang kulalui membuatku belajar, membuatku mengerti bagaimana menyikapi setiap kejadian.
terima kasih kepada semua yang telah hadir dikehidupanku. karena kalian, aku bisa bertahan. karena kalian, aku berani mengejar mimpi-mimpiku.
Kepada Ibu dan bapak yang selama ini begitu sabar dan tak pernah lupa mencurahkan kasih sayangnya kepadaku. karena kalian, aku semangat dan terus berusaha untuk membanggakan kalian.
Kepada semua teman dan sahabat yang telah memberiku pelangi, aku menyayangi kalian.

untuk teman-teman marbell B yang memberikan kejutan tak terduga dengan menyiramku di tengah terik matahari, juga untuk keluarga kontraan yang malamnya juga menyiramku dengan air kecap (waktunya tidur malah mandi lagi) makasih juga kue ultahnya yang imut-imut dan manis seperti kalian. Love you all :*

Ya Allah, terima kasih atas segala nikmat yang Kau beri, dan semoga semuanya bisa lebih baik dan diridhoi setiap langkah hambaMu ini.

Sabtu, 12 Januari 2013

JENIS GANGGUAN DAN CARA PENANGGULANGAN DISIPLIN

Dengan tidak mengurangi kebebasan guru menemukan cara penanggulangan gangguan disiplin kelas, terdapat beberapa petunjuk umum cara penanggulangan gangguan disiplin seperti dikemukakan Hollingsworth dan Hoower (1991 : 72-74) berikut ini:
a.  Gangguan percakapan
Percakapan antar sesama peserta didik yang mengancam disiplin perlu segera ditanggulangi. Guru dapat segera menghampiri mereka dan memotivasi mereka agar kembali mengerjakan tugas-tugasnya. Atau guru dapat bertanya, atau meminta siswa mengajukan pertanyaan, menyuruh menyelesaikan tugas secara khusus kepada peserta didik yang bercakap tadi.

Senin, 31 Desember 2012

Multi peran guru dalam proses pembelajaran


Guru memainkan multi peran dalam proses pembelajaran yang diselenggarakannya dengan tugas yang amat bervariasi. Ia berperan sebagai manajer, pemandu, organisator, coordinator, komunikator, fasilitator, dan motivator proses pembelajaran(Umar Tirtarahardja, 1994:262).
Abin Syamsuddin (1999) mengemukakan tujuh peran dan tugas guru dalam proses pembelajaran yaitu sebagai konservator, innovator, transmitor, transformator, perencana, manajer, pemandu, organisator, coordinator, komunikator, fasilitator, motivator dan penilai sistem pembelajaran.

KIAT-KIAT MENGELOLA STRES

Carver, Scheier, dan Weintraub mengembangkan instrumen pengukuran yang disebut “the Cope” yang mengidentifikasikan 14 strategi, respon atau kategori coping, yaitu: 1.      Coping aktif (active Coping)
2.      Perencanaan (Planing)
3.      Penekanan terhadap kegiatan yang lebih penting (skala prioritas)
4.      Menahan diri
5.      Mencari dukungan instrumental (using instrumental support)
6.      Mencari dukungan emosional (using emotional support)
7.      Menafsirkan situasi secara positif (positif reframing)
8.      Menerima kenyataan (Acceptance)
9.      Kembali ke agama (Turning to religion)
10.  Melepaskan emosi (Venting of emotion)
11.  Menolak situasi yang mungkin terjadi (Denial)
12.  Melakukan suatu kegiatan (Behavioral disengangement)
13.  Melepaskan beban mental (Mental disengangement)
14.  Melepaskan tekanan dengan minuman keras atau obat terlarang (Alcohol-drug disengangement)

Minggu, 16 Desember 2012

makalah kreativitas seni


PEMBAHASAN

A.    Kreativitas Seni
Kreativitas sebagai proses kreatif dalam penciptaan karya seni yang menghasilkan sesuatu yang baru, oleh Hurlock (1983) yang dikutip oleh Utami Munandar (1988, 2-3) mengatakan :
“Kreativitas adalah suatu proses yang menghasilkan suatu yang baru, apakah suatu gagasan atau suatu yang baru, kreativitas sebagai proses pemikiran berbagai gagasan, melibatkan berbagai pemikiran dan pengalaman sedemikian rupa, sehingga menghasilkan gagasan yang baru atau bentuk yang baru yang sebelumnya tidak terpikirkan oleh mereka “.
Pertumbuhan jiwa seni pada setiap anak berbeda, tergantung lingkungan yang kondusif dan dan peran orang tua. Pengaruh tersebut menyebabkan jiwa seni yang dimiliki oleh setiap orang berbeda-beda intensitas dan kualitasnya. Dengan demikian proses kreatif akan terjadi bila kegiatan pembelajarannya dikondisikan dalam aktivitas kerja sama serta memiliki keberanian didalam merefleksikan sikap dalam bentuk kreativitas tari.