Kamis, 15 Desember 2011

adakah kau rasakan

kekasihku,
baru saja kutersadar
terbangun dari mimpi indah
tentang diriku
tentang kamu
tentang kita
tentang kenangan manis kita
adakah kaurasakan?
hati ini masih tertaut
terikat janji putih kita
masihkan warna kita sama?
kau menghilang begitu saja
menghapus jejak langkahmu
bersembunyi dalam pencarianku
masih terlukiskah namaku dihatimu?
kurindu kau kekasihku
kau yang pertama
kau segalanya


13/12/2011
*) teruntuk yang merindukan kekasih

Rabu, 07 Desember 2011

kisah berjuang di pasar

04 Desember 2011.
Hari yang penuh pelajaran. tentang hidup, usaha, kerja keras, dan keikhlasan.
selama ikut Latihan Dasar Kepemimpinan dan Keorganisasian (LDKK) tiga hari di kampus, ada banyak ilmu dan pengalaman. dan hari ketiga LDKK kami, semua peserta dilatih untuk bekerja secara nyata.
Kami ditugaskan pergi ke pasar dan mencari pekerjaan di sana. peraturannya kami tidak boleh membawa uang serupiahpun. Dari kampus kami naik angkutan umum bersama-sama. dan yang perlu diingat adalah  tidak boleh mengamen dan mengemis.
let's work...
Yang ada dipikiran, kami cari kerja biar dapat duit, ya minimal bisa buat pulang ke kampus naik angkutan umum lah... aku muter-muter pasar bareng seorang temanku. Kami mendatangi lapak dan toko-toko yang sekiranya membutuhkan bantuan. Hampir 15 menit cari, akhirnya ada yang bersedia menerima kami. Toko pakaian. aku dan temanku merapikan baju-baju untuk di gantungkan di depan toko, lalu memajang patung orang-orangan di tepian toko. setelah selesai, kami menyapu dan mengepel selurung bagian toko yang berukuran 4 x 4 meter.
pemilik tokonya baik banget sampai membelikan kami es teh. Dan kamipun sangat senang dan berharap mendapat rupiah yang banyak....
tretetetetettttt........... saat kami berpamitan karena semua pekerjaan telah selesai, pemilik toko menjabat tangan kami dan mengucapkan terimakasih. Olala....... kami nggak dibayar uang. yaah... mungkin belum rezekinya...
masih ada waktu 40 menit lagi untuk mencari pekerjaan yang lain. kami bertekad untuk bisa mendapat uang walau hanya sekedar cukup untuk pulang...
Ketika sedang menyusuri lapak-lapak, banyak dari mereka yang menolak tawaran bantuan kami.. T_T. Di tengah kegelisahan,, ceile... kami dipanggil seseorang dari dalam salon kecantikan. dalam hati kami mengucap syukur karena dapat kerjaan lagi.  di sana kami di suruh untuk bersih-bersih kaca dan ruangan. beruntunglah saat itu salon sedang sepi. cukup melelahkan juga ternyata. selesai kerja, kami di beri minum botolan dan kue pukis. jreeeeeennnnngggggggg......... saat berpamitan, lagi-lagi kami tak mendapat bayaran rupiah...
Mungkin udah nasib kali ya.... Allah lahgi nguji sampai dimana kesabaran dan pengorbanan kita dalam melakukan suatu pekerjaan.

kini aku menyadari bahwa kita tak akan menjadi apa-apa jika tak mau berusaha keras dan berjuang. pengalaman itu mengajari kita untuk merenungkan, introspeksi dan bersyukur.
Alhamdulillah ya.... sesuatu bangeeeet.......

Selasa, 29 November 2011

Terhempas

bumi termakan usia
keadilan terhempas
yang putih mengelabu
yang kaya tertawa
yang miskin menangis
banyak persimpangan
salah jalan jadi fatal
29/11/2011


cinta seperti gunung

kisah sahabat:
ada salah seorang sahabat yang akhir-akhir ini selalu murung, dilema dan labil. Untuk ukuran cewek umuran 18 tahun tentu saja masalah yang dihadapi tak jauh-jauh dari percintaan.
dia takut menjalin hubungan dengan seseorang. dia takut jatuh cinta. dia takut patah hati. dia pernah bilang kalau "cinta itu seperti gunung. lebih indah dilihat dan dinikmati dari kejauhan. dan bila kita dekati cinta, pasti akan melewati bukit dan jurang dan tentunya akan menemukan kerikil dan bebatuan yang dapat membuat tersandung.

makalah kalimat efektif


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam pembicaraan tentang sintaksis, bidang yang menjadi lahannya adalah unit bahasa berupa kalimat, klausa dan frase.
Manusia dalam bertutur sapa, berkisah, atau segala sesuatu yang dapat dikatakan sebagai berbahasa, selalu memunculkan kalimat-kalimat yang diirangkai, dijalin sedemikian rupa, sehingga berfungsi optimal bagi si penutur dalam upaya mengembangkan akal budinya dan memelihara kerjasamanya dengan orang lain.