Minggu, 20 Oktober 2013

cerita akhir pekan


Untuk kau, terimakasih semuanya atas hari ini.
Hari terakhir bersama sebelum kukembali ke perantauan, sebelum kau menggunakan kembali jas putihmu dan sibuk dengan jarum suntik serta sphygmo mamometer.
Perjalanan hari ini memang tak terencana. Berawal dari kalimat, “Pengen mie ongklok” yang kuketik dalam pesan singkat, kamu langsung mengiyakan. Jadilah hari ini kita menghabiskan waktu di kotanya Mie ongklok.
Pagi, ketika wekerku menunjuk angka delapan, klakson mobilmu sudah terdengar di depan rumah. 
Perjalananpun dimulai setelah aku pamit kepada orang rumah.
Belum sampai enam puluh menit, mobil sudah terparkir manis di samping kanan Perpustakaan Daerah. Sesaat setelah keluar dari mobil, kau menatapku lama, menunggu responku. Tak tahan, akhirnya aku tersenyum juga dengan arti 'terima kasih'.

Jumat, 11 Oktober 2013

Wisata Malam



Kali ini mau sedikit cerita tentang wisata malamku kemarin bersama ketiga teman dekatku. Sebut saja namanya Dina, Doni, dan Danu. Ini sebuah petualangan tak terencana ke Pemandian air hangat Guci.
Sebagai prolog, kuceritakan sedikit kronologinya kenapa aku bisa sampai ikut wisata ‘tak biasa’ ini. oke, pertama kemarin adalah malam jumat, tak ada asalan untuk belajar karena esoknya tak ada perkuliahan. Kedua, aku mau mudik, jadi ini bisa dikatakan main ‘mumpung masih di Tegal’.
Semua berawal dari ajakan Dina. Sore-sore datang ke kos, terus curhat katanya diajak Doni ke Guci. Dia pengen, tapi nggak mau kalau cuma berdua. Jadilah ngajak aku. Kalau cuma aku doang, itu nggak mungkin, tentu harus ngajak satu cowok buat boncengin aku. Tahu sendiri medan ke Guci itu berkelok tajam, naik turun pula.
Jadilah kami berempat berwisata malam ke Guci. Kalau aku sih yang penting main aja, perkara disana mau ngapain, urusan nanti.
Setelah isya, aku dan Dina berangkat ke kosan Doni dan Danu. Awalnya Danu bergeming dengan rayuan cewek-cewek cantik ini buat ikutan main, dan setelah setengah jam akhirnya dia luluh juga.
Kami berempat berangkat dari kota Tegal tepat setengah delapan malam. Doni bareng Dina, sementara aku sama Danu. Sepanjang jalan aku dan Danu ngobrol macem-macem, biar nggak sepi di perjalanan.  
Tepat pukul Sembilan, kami berhenti di minimarket setelah belokan menuju Guci. Suasana dingin pun mulai terasa. Kami beli beberapa bungkus cemilan untuk bekal disana.
Sekitar pukul setengah sepuluh, angin malam pegunungan mulai berani menggoda tubuh kami. Aku dan Dina yang dijok belakang pun mulai terasa dingin, apalagi Danu dan Doni yang posisinya di depan. Danu bahkah mulai merancau kedinginan, tangannya hampir beku katanya. Kurasa suhunya belasan derajat selsius. Anginnya berasa kayak air es, langsung nusuk kulit.

Senin, 23 September 2013

review novel Revolusi (Reza Nufa)

 
Judul: Revolusi (Seiring waktu, cinta akan berevolusi dan menemukan jalannya).
Penulis: Reza Nufa
Penerbit: byPass
Tahun Terbit: Juni 2013 (Cetakan I)
Harga: Rp. 45.000
Jumlah halaman: 286 hal.
ISBN (10):  602-1871-54-5
ISBN (13): 978-602-1871-54-6
*
Blurb:
Malam ini Dira ulang tahun. Irham membawanya ke lantai tertinggi sebuah gedung yang baru separuh jadi. Dira terkejut. Ternyata sudah ada meja bundar kecil ditemani dua kursi, sedikit makanan di atasnya, serta beberapa lilin yang membuat suasana romantis. Di kursi itu, mereka saling tatap. Lama terdiam untuk mengerti hati masing-masing.

Sabtu, 07 September 2013

malam berbintang

kamu tahu apa yang ada dipikiranku saat ini?
dibawah sinar bulan dan kerlip-kerlip bintang yang mengelilingi, aku menginginkanmu duduk di sebelahku. Bukan untuk menikmati romantisme malam yang syahdu ini. Hanya ingin kudengar pikiran-pikiran bijakmu.
Ingin kuceritakan yang sedang terjadi kini. Ya, menyangkut sahabat dan cinta. dua kata itu memang selalu membuat rumit suatu permasalahan ya.... hubunganku dengan sahabatku yang satu, juga mengenai cinta sahabatku yang lain. Aku tahu, ya setidaknya aku tahu sebagian apa yang sedang terjadi, apa yang melatarbelakangi permasalahan-permasalahan ini. 
Dan kau tahu, tanpamu aku masih tetap menjadi boneka yang hanya mampu terdiam mendengar mereka bersuara. Ingin kukatakan apa yang kutahu namun nyatanya aku terlalu takut. aku tak ingin menyakiti sahabatku, aku tak ingin kehilangan senyuman-senyuman itu, walaupun sebenarnya aku sama saja dengan memberikan harapan palsu pada mereka.
kamu tahu apa yang kuharapkan dan harus kau lakukan? datanglah. Ajaklah aku bertukar pikir agar aku bisa menengahi setiap permasalahan yang ada di sekelilingku, tanpa melibatkanmu. Hanya itu, sayang.

Jumat, 06 September 2013

Aku cemburu

Aku cemburu....
Ya, aku cemburu dengan tokoh perempuan pada novelmu. 
Membaca novel tersebut, kubayangkan bahwa tokoh lelaki itu ya kamu, penulisnya.
Setiap dialog-dialog yang berbaris rapi memenuhi halaman, membuatku semakin iri padanya, pada tokoh perempuan yang saling bertukar rasa dengan lelaki si tokoh utama.
bohong jika kukatakan lelaki itu bukan kamu. 
tokoh itu hidup ditubuhmu, dan aku mengagumimu.

Udah, itu aja.