Sabtu, 17 Mei 2014

Contoh skenario model pembelajaran Webbed

Model pembelajaran    : Webbed (Jaring Laba-laba)
Kelas/semester            : IV / I
Tema                           : Gemar bernyanyi dan Menari
Mata pelajaran             :
1.      Bahasa Indonesia :      Membaca teks lagu yang dipelajari dengan lancar
Menyajikan informasi dalam bentuk tabel
2.      Matematika          :      Menuliskan hasil wawancara dalam bentuk diagram/
grafik gambar (pitograf)
3.      PPkn                     :      Mengamati dan menceriterakan keberagaman karateristik
individu  di rumah dan sekolah
4.      SBK                     :      Menyanyikan lagu anak-anak dan berlatih memahami isi
lagu

Merindu

Hai hai . . . .
akhirnya ngeBlog lagi. Sepertinya memang benar aku aktif nulis hanya ketika sedang galau. Kalau diperhatikan postingan sebelumnya itu galau semua hahahaha....
Udahan ah galaunya, capek kali -____-
Terus sekarang ada angin apa pengen nulis? 
mungkin syndrom rindu.
Memang tahu apa Res tentang rindu? 
hehehe, setahuku rindu ya kangen. :p

Iya kangen sama kamu yang ada di sana. Apa kabarnya kamu? kamu kangen juga nggak sama aku? kamu lagi sibuk apa sekarang?  hahaha lebay dikit nggak papa kali ya :D

Kamis, 01 Mei 2014

Kasih



Kasih,
Apa kabarmu?
Adakah kau baik-baik saja?
Masih ingatkah tentangku?
Tentang kenangan kita?
Maafkanku yang telah pergi
Maafkanku yang kecewakanmu
Tak kumaksud tuk menjauh
Tak kumaksud tuk menghilang
Hanya saja,
Kuingin waktu yang tepat
Kuingin persiapkan hati kita masing-masing
Bersabarlah sejenak, sayang
Aku pasti kembali

29/4/2014

tantangan nulis kilat dari lagu: Pergi Untuk Kembali

Selasa, 29 April 2014

(masih) tentangmu

Sepertinya pernah kukatakan aku kan berhenti menulis apapun tentangmu. Ah, nyatanya aku memang belum mampu.
Pagi ini, di sebuah kotak berisi bangku-bangku kosong, aku menunggumu. Bukan untuk pertemuan yang telah dijanjikan, melainkan karena untuk beberapa jam kedepan kita akan berada dalam kotak yang sama untuk mendapat bekal hidup. Salahkah aku atas penantian ini?
Bulan April lama sekali ya. Aku ingin cepat-cepat mengakhirinya. Aku ingin cepat menjauh dari perpisahan kita terdahulu, masih di bulan yang sama seperti sekarang. Dan pagi ini aku sungguh ingin menceritakan semuanya padamu. Utamanya mengenai kebohonganku. Ah, ralat. Bukan Kebohongan, melainkan kenyataan yang terus kupungkiri.
Ketika mereka mengatakan sesungguhnya aku sedang menyakiti diriku sendiri, aku masa bodoh. Ketika mereka mengatakan bahwa aku juga memiliki perasaan yang sama, aku mengelaknya.
Kini, ketika semuanya telah berakhir - aku yang mengakhirinya - sepertinya aku mulai menyadari. Ya, aku merindukamu. Menyesalkan kebodohanku sendiri.

Jumat, 04 April 2014

Kamu

Bertemu denganmu adalah suatu keberuntungan untukku
Lebih dekat denganmu adalah anugrah untukku
Mendengarkan cerita hari-harimu adalah keindahan untukku
gurauanmu adalah tawa bahagia untukku
Menjadi bagian dari hidupmu adalah haru untukku
Hadirmu di sisi adalah kenyamanan bagiku

Meski sesaat, syukur itu tak pernah lupa terucap pada Tuhan yang telah memberikan takdir ini untukku, untuk kita.
Meski sesaat, kamu telah memberikan pelangi jutaan warna yang mampu membuatku terus bersemangat menjalani hari-hari sibuk ini
Meski sesaat, sedikit banyak kamu ajarkan segala perjuangan hidup beserta tetek-bengeknya.
Meski sesaat, namamu cukup dalam terukir di hati.

Lantas,
kapan kita bertemu lagi?
kapan kita menghabiskan waktu bercanda ria lagi?
kapan kita berbagi mengenai mimpi-mimpi?

Masihkah kita berteman?
Atau setidaknya senyum itu terus terkembang, saat perjumpaan.


Kota Pertemuan, 04042014