Sore ini aku mengunjungimu. Banyak hari telah berlalu dan
keadaanmu masih tetap sama, duduk di ujung ranjang, dibalik jendela. Masih
mengharap kehadiran pelangi selepas hujan, yang nyatanya langit masih selalu
terik.
Seperti biasa, kuulurkan sebatang lolipop serambi meletakkan
bokong di sebelah dudukmu. Matamu tertuju pada lolipop, lalu tersenyum sesaat.
Dengan perlahan kau buka plastiknya dan langsung melahap nikmat. Ekspresimu
kembali datar menatap daun berserak yang tertiup angin di pekarangan.
Kuraih gadget ukuran 7" yang berada di belakangmu.
Ternyata masih membuka aplikasi sosmed
yang menampilkan gambar seorang perempuan bersama dua lelaki.
"Bagaimana bisa
kamu mengatakan sudah maafkannya, bahkan hanya untuk melihat senyumnya di foto
kamu menjadi begitu hancur. Seberapa besar kau membenci perempuan itu? bukankah
tempo hari sudah saling minta maaf dan memaafkan? lagi pula sudah tak ada hak
untukmu membencinya. Semua sudah menjadi masa lalu. Berdamailah dengan keadaan.
Masih banyak hal yang bisa kau lalui tanpa melibatkannya!" Tanpa mampu
kupendam aku memakimu. Maaf.