Rabu, 22 Oktober 2014
Rabu, 15 Oktober 2014
Dibalik Layar
Alhamdulillah,
bahagia banget akhirnya punya novel sendiri juga... :)
Kyaaaa! ini impian sejak SMP dan baru terealisasikan kuliah semester 7.
Ide-ide yang kugabungkan jadi satu ternyata bisa membentuk sebuah novel. Terlepas dari kualitas novel yang jauh dari sempurna, tetap ada perasaan puas karena kebiasaan mengkhayal dan corat-coretku bisa membuahkan hasil. :)
About "Hadirmu Lumpuhkan Ingatanku" :
"Memandang matanya yang selalu berbinar, mengamati senyumnya yang menawan, itu yang kurindukan." (Kirani)
"Rara, kamu tetap menjadi gadis cantik sahabat kecilku, meski kini aku tak bisa memilikimu," (Satya)
"Kirani Rara Laksmi. Kamu harus mempertanggungjawabkan apa yang telah kamu lakukan!" (Nando)
Kamis, 02 Oktober 2014
Percaya
.
"Percaya jangan setengah-setengah. Kalau percaya ya percaya aja. Nggak usah dengerin omongan orang lain yang bisa bikin kepercayaan kamu buat orang yang kamu percaya, hilang."
Thanks iLarasati
Sabtu, 20 September 2014
Apa kabar (hati)mu?
hay kamu yang kusayang.........
apa kabar (hati)mu?
bagaimana keadaan (perasaan)mu?
Sayang, lebih dari 3000 jam kita lalui bersama. Kuharap ini baru sebagian kecil dari waktu yang mungkin akan kita habiskan bersama hingga nanti, hingga rambut kita memutih, hingga maut yang memisahkan.
Bukan aku terlalu jauh berharap, tapi bukankah ingin merupakan doa? :)
Sayang, dahulu, ketika awal perjumpaan (hati) kita, banyak bunga-bunga bertebaran mewarnai hari. Sungguh indah. Itu dulu.
Lalu sekarang?
Ah, bukankah sekarang juga masih sama? mungkin hanya ada sedikit perubahan oleh kesibukan pekerjaan kita masing-masing yang memang jarang menemukan titik temu untuk suatu pertemuan.
Jika dikata rindu, itu sudah pasti. Bisa dibaca ulang sayang, rindu PASTI ada. Itu dalam hatiku. Bagaimana dengan hatimu?
apa kabar (hati)mu?
bagaimana keadaan (perasaan)mu?
Sayang, lebih dari 3000 jam kita lalui bersama. Kuharap ini baru sebagian kecil dari waktu yang mungkin akan kita habiskan bersama hingga nanti, hingga rambut kita memutih, hingga maut yang memisahkan.
Bukan aku terlalu jauh berharap, tapi bukankah ingin merupakan doa? :)
Sayang, dahulu, ketika awal perjumpaan (hati) kita, banyak bunga-bunga bertebaran mewarnai hari. Sungguh indah. Itu dulu.
Lalu sekarang?
Ah, bukankah sekarang juga masih sama? mungkin hanya ada sedikit perubahan oleh kesibukan pekerjaan kita masing-masing yang memang jarang menemukan titik temu untuk suatu pertemuan.
Jika dikata rindu, itu sudah pasti. Bisa dibaca ulang sayang, rindu PASTI ada. Itu dalam hatiku. Bagaimana dengan hatimu?
Selasa, 16 September 2014
s e n y u m k u
'
"Karena senyummu adalah senyumku. Karena senyumku hanya karenamu."
kamu, iya kamu :*
Langganan:
Postingan (Atom)

