Selasa, 22 Desember 2015

Backpack 1 hari di Bandung (1)

Tanggal 20 Desember kemarin, kubuka liburanku menuju kota Kembang. Yap, udah lama banget pengin mbolang ke Bandung. Entah sendiri atau rame rami. Akhirnya kesampaian juga ke sana berdua sama adek tercintah.
Sebelum berangkat, sebulan sebelumnya udah googling destinasi kan transportasi ke Bandung dari Banjarnegara menggunakan kendaraan umum. Iya lah, nggak asik dong kalau judulnya backpack tapi pakai kendaraam pribadi.


Perjalananku dimulai dari tanah kelahiran, Banjarnegara. Jam 1 siang dari rumah berangkat ke purwokerto naik bis 20.000 per orang. Sampai di terminal, naik angkot yang jurusan ke stasiun. Angkotnya kode apa, aku lupa. Jangan malu tanya aja, pasti ada yang mau ngasih petunjuk kok. Ongkos angkot sampai stasiun 5000/org.  Di stasiun, subhanallah.... Penuh banget! Maklum itu hari pertama libur sekolah, menjelang akhir tahun juga. Aku menuju loket penukaran tiket. Oh ya, tiket kereta api sudah kupesan online 2 minggu sebelumnya, itu juga hampir penuh. Nggak kebayang kalau beli on the spot, udah pasti bakal gigit jari doang. Aku beli tiket economy class Serayu Malam seharga 70.000 dan kanrena beli online kena tambahan 5000.
Sampai di stasiun sudah hampir jam 4, nukar tiket harus ngantri panjang di depan loket sementara kereta berangkat setengah 5. Dan belum sholat ashar. Aku beli tiket sekalian untuk pulang karena rencana hanya 1 hari di Bandung. Yihaaa! Jam empat lebih seperempat akhirnya tiket di tangan. Segera masuk ke dalam stasiun dan langsung lari ke mushola.  
Usai sholat, kami buru-buru pakai sepatu dan siap lari ke gerbong, dan tiba-tiba ada seseorang yang bertanya, "Naik kereta serayu mbak?" aku menoleh. Ternyata bapak tua petugas kebersihan mushola. "Iya, pak." jawabku sambil senyum. "Nggak usah buru buru, masih 10 menit lagi. Keretanya juga baru sampai," lagi lagi aku tersenyum kepada beliau. Ah iya tinggak masuk gerbong kan nggak sampai 5 menit. Ucapan bapak itu sedikit menenangkan kami. Kamipun melangkahh santai menuju gerbong dan duduk sesuai nomor yang tertera pada tiket. Huft... Lega! 
Jug gijak hijug gijak gijuk kereta berangkat..... Malah nyanyi
Sepanjang perjalanan kunikmati pemandangan hijau nan luas. Yap, sebagian besar rel kereta berada di sekitar persawahan. Di kursi depan kami ada ibu dan anaknya yang kurasa masih usia 5 tahunan dan sepertinya sedang sakit. Kulihat ibunya menyuapkan syrup obat kepada gadis kecilnya. Kasihan sedang sakit dibawa perjalanan jauh.
Sekitar jam 8 malam cacing di perutulai gaduh. Aku dan adek akhirnya beli nasi goreng yang ditawarkan pelayan yang keliling di kereta. Gila booo... Porsinya dikit harganya 20.000. Tapi tak apalah yang penting kenyang. Usai makan, mata mulai lelah, bobo cantik deh.
Bangun-bangun tepat tengah malam. Artinya setengah jam lagi kereta sampai tujuanku. Stasiun Kiara Condong.
Ketika kereta hampir sampai, awak kereta meginformasikan kereta akan berhenti di stasiun Kircon. 
Hasil gambar untuk stasiun kiaracondong

"Sampai Bandung kita!" seruku usai turun dari kereta.
Kami menuju ke mushola dulu untuk sholat jamak maghrib dan isya. Setelah itu menuju ke ruang tunggu stasiun. Mau numpang tidur sampai pagi. Hahaha. Kukira hanya kami berdua yang berniat seperti itu, tapi ternyata banyak orang yang nunggu pagi di stasiun. Ramai deh. Untung kami bisa dapat kursi untuk bersandar karena ada beberapa orang juga yang akhirnya rela tidur dilantai.

#bersambung.......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar